Tampilkan postingan dengan label Kaca Benggala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaca Benggala. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 27, 2007

AKU, YA AKU !!!

Tolol. Mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Seperti terpaku pada waktu. Dalam kepalaku, hanya ada lukisan kisah yang telah lalu. Aku gak mau beranjak.

Bodoh. Kata itu juga sangat tepat untuk aku saat ini. Yah, buat apa aku terpaku dalam segala asa membuai yang tidak akan pernah terwujud. Memikirkanmu, membaca semuanya lagi tentangmu dan mengingat segala indah yang tercipta bersamamu hanya membuat aku terhenti. Dalam kepala ini serasa penuh kabut yang semuanya beraroma dirimu. Damn!!

No... no... no... Aku tidak sebodoh dan setolol itu. Kalau itu yang kamu mau, silahkan. Kamu juga punya hak untuk menentukan apa yang akan kamu lakukan. kamu juga boleh benci aku, seperti aku yang pernah jatuh cinta kepadamu.

Akan kuangkat kepalaku tinggi-tinggi... Aku masih punya segala yang tidak kamu punya. Aku masih tetap akan berjalan di atas kedua kakiku dengan segala kemampuanku. Aku tidak akan kalah karena rasa sayangku untukmu. Aku tetap akan berjalan dan berlari sebagai aku. Aku yang bebas dengan isi kepala dan hatiku.

Rabu, September 05, 2007

Aku Sudah Berdamai dengan Hatiku

Belum lama berselang, aku sulit berdamai dengan hatiku, terutama yang berkaitan dengan masalah perasaanku denganmu. Kemarin, masih ada rasa gak rela harus kehilanganmu secepat dan setragis ini. Bukan ini yang aku mau. Tidak saling berkabar, bahkan tidak lagi saling mengenal. Harusnya aku marah karena apa yang kamu lakukan itu sangat melukai harga diriku.

Bukankah dari pertama sudah aku jelaskan bahwa aku tidak inginkan lebih. Aku jatuh cinta, ya. Tapi bukan untuk memiliki kamu atau dimiliki kamu. Karena aku punya seseorang yang lebih berhak atas diriku dan aku juga tidak pernah punya keinginan untuk jauh apalagi sampai meninggalkan dia. Aku sangan mencintai dia.

Mimpiku yang indah tentangmu juga sudah pernah aku ceritakan. Piknik bersama 2 keluarga yang bersahabat. Saling bermain dan bercanda dengan anak2 dan pasangan kita masing-masing. Pasti seru, mengasyikkan dan menyenangkan.

Sekarang, aku sudah tidak lagi berharap banyak dalam hubunganku denganmu. Jangankan sebagai sahabat yang saling menyayangi dan menghormati. Sebagai temanmu, sekarang aku tidak lagi berharap. Tapi aku mau kamu tau kalau aku tetap menyayangimu. Aku tetap akan selalu bercerita padamu tentang aku, dan semua aktivitasku. Aku gak mau peduli, walaupun dirimu gak akan pernah merespon semua yang aku ceritakan kepadamu. Aku hanya ingin dirimu mengingatku dan mengingat semua kenangan manis yang pernah ada, walaupun bagimu mungkin tidak seberapa. Aku juga akan selalu berdoa untukmu. Hanya yang terbaik yang Dia berikan untukmu. Semoga kamu temukan bahagiamu, Kung... Amien...

Senin, Agustus 20, 2007

Siklus

Minggu, 19 Agustus 2007. Dua pesan singkat sampai pada layar handphoneku. Satu mengabarkan kelahiran, satunya mengabarkan kematian. Betapa manusia merupakan makhluk yang tidak abadi. Tapi siklus yang memutar kehidupan itu akan terus berlangsung sampai saatnya dia kan terhenti. Hidup dan mati. Mati dan hidup. Setiap detik, pasti ada kematian dan kelahiran. Bisa jadi kelahiran itu merupakan pengganti bagi yang mati. Atau yang mati itu hilang karena sudah ada yang hidup. Atau tidak ada hubungannya sama sekali.

Dalam satu detik, apakah jumlah kelahiran akan sama dengan jumlah kematian? Perang dahsyat yang menewaskan beribu2 orang di Irak, mungkinkah tergantikan dengan kelahiran yang beribu pula dari negara2 padat seperti Cina dan Indonesia? Samakah jumlah manusia di bumi ini setiap detiknya? Pertanyaan yang belum bisa aku dapatkan.

Bumi semakin tua. Siklus jumlah manusia di bumi ternyata tidak berimbang dengan siklus rantai makanan yang tersedia. Saat siklus ini berhenti berputar, kuharap aku tidak akan berada lagi dalam kehidupan.

Senin, Agustus 13, 2007

NYAI ONTOSOROH

"Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya, Nyo... Adalah kekalahan setelah kita melawan..."

Semalam aku menonton premier pementasan teater Nyai Ontosoroh di Graha Bakti Budaya TIM. Aku nonton bareng Mahani dan Mbak Sasha. Rencana mau nonton bareng kawan2 tanggal 13 Agustus ini. Tapi karena mau memperkenalkan Sasha akan teater dan menghindari kerepotan untuk bolak balik kantor-rumah-TIM, so, aku dan Mahani sepakat untuk nonton tanggal 12 Agustus nya karena bertepatan dengan hari Minggu.
Menit2 awal melihat pertunjukan itu, aku seperti mengalami de ja vu saat aku membaca Bumi Manusianya Pram. Karakter2 dalam buku itu seperti di hadapkan di depanku melalui tokoh2 yang memerankannya. Walaupun setting yang ditampilkan bukan merupakan visualisasi yang sesungguhnya, tapi cukup bisa mengangkat karakter dari tiap2 tokohnya. Sebagai pemeran utama, Happy Salma yang memerankan Nyai Ontosoroh cukup bisa menggambarkan tokoh perempuan ini. Sosok perempuan kuat yang awalnya dikenal dengan Sanikem.
Sanikem kecil dijual oleh orang tuanya untuk menjadi Nyai pada seorang Belanda bernama Herman Milema. Herman Milema yang awalnya baik dan sayang dengan Sanikem. Dia yang mengajarkan kepada Sanikem banyak hal. Membaca, menulis, pengetahuan2 luar biasa yang tidak pernah dibayangkan akan diperoleh Sanikem kecil. Bahkan ilmu untuk menjalankan perusahaan susu yang dimiliki Herman Milema di Hindia Belanda sampai perusahaan tersebut kemudian dialihakan menjadi atas nama mereka berdua. Kehidupan merekapun berbahagia, sampai mereka mempunyai 2 orang anak, laki2 dan perempuan yang diberi nama Robert Milema dan Annelis Milema. Sanikem dan Herman bukan tidak mencoba untuk mencarikan surat absah bagi kedua anak mereka, karena dalam kehidupan Nyai2 pada jaman dahulu merupakan jenis perbudakan halus dan terselubung. Para nyai diharapkan hanya menjadi teman tidur selama para tuan2 Belanda itu berada di Indonesia. Selain juga menjadi pengurus sapi dan ternak yang mereka miliki lainnya. Ontosoroh termasuk yang beruntung, walaupun Milema masih tidak mau menikahinya secara sah di Kantor Catatan Sipil dan menjadi mevrouw Milema.
Badai itu datang saat tiba2 seseorang yang mengaku sebagai Maurice Milema datang ke rumah mereka. dalam pembicaraannya dengan Herman Milema terungkap bahwa ternyata Herman Milema telah mempunyai anak dan istri di Netherland. Perpisahan mereka disebabkan karena Herman menuduh istrinya telah berselingkuh, walaupun tidak memprosesnya secara hukum. Maurice yang saat itu telah berhasil dan menjadi seorang insinyur (salah satu gelar yang sangat dihormati pada saat itu) menuntut haknya dan hak ibunya. Sejak saat itu, Herman Milema pergi dan hanya sesekali pulang kerumah, itupun dalam keadaan mabuk. Nyai Ontosoroh mengalami kesakitan hati yang sangat menghadapi itu semua. Dia jadi mengerti mengapa Herman Milema tidak mau mengawininya secara sah.
Tapi Nyai Ontosoroh bukanlah orang cengeng yang menangisi keadaan dirinya. Dia tetap tegar mengurus perusahaannya dan menjaga kehidupan untuk kedua anaknya. Walaupun anak sulungnya tumbuh menjadi seorang pemuda indo malas dan angkuh yang tidak menyukai dan mengakui keberadaan pribumi -yang diakhir cerita pementasan, tokoh Robert Milema ini tidak diketahui lagi rimbanya setelah pergi dari rumah pelacuran Baba Acong saat Ibu, adik dan iparnya, Minke, mendapatinya baru saja berasik masyuk dengan seorang pelacur Jepang, saat Bapaknya ditemukan mati dirumah pelacuran tersebut.
Bahkan saat anak bungsunya Annelis mau dibawa ke Belanda, karena taktik licik Maurice Milema yang mau mengambil alih harta kekayaannya, Nyai Ontosoroh bersama dengan menantunya berjuang mempertahankan dengan sekuat tenaganya. Dia meminta menantunya menulis dan menceritakan ketidak adilan yang mereka hadapi, serta melakukan pengorganisiran dengan dibantu pembantu setianya, Darsam. Walaupun kemuadian akhirnya mereka tetap harus kalah dan Annelis tetap harus pergi ke Netherland tanpa ibu dan suaminya, tapi kata2 Nyai Ontosoroh kepada Minke yang sampai saat ini masih terngiang di kupingku. "Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya, Nyo... Adalah kekalahan setelah kita melawan...". Di seperempat bagian terakhir inilah yang paling aku suka dalam pementasan teater tersebut. Semangat yang menyala dari seorang perempuan yang mempertahankan haknya yang tertindas. Nyai Ontosoroh sungguh mengispirasi aku malam itu. Aku bercerita terus mengenai hebatnya Nyai itu ke anakku Aisha Sukma Bening. Aku berharap kelak dia mempunyai jiwa seperti Nyai Ontosoroh. Perempuan tegar yang tidak lembek oleh apapun keadaan yang menimpanya.
Saat berusaha menerangkan jalannya cerita ke anakku itu, aku nggak peduli dia mengerti atau tidak. Tapi aku yakin pementasan teater ini akan menjadi sesuatu yang berkesan dan membekas di memorinya. Dan kini, dalam setiap doaku, anak2ku bisa menjadi sosok tegar seperti Nyai Ontosoroh, walaupun aku tidak pernah berharap mereka akan mengalami nasib seperti yang dialami Nyai Ontosoroh. Dan Nyai Ontosoroh juga yang kini menjadi salah satu tokoh yang aku kagumi dan aku tiru keindahan jiwanya.

Jumat, Agustus 10, 2007

Dunia (ku) --> REBORN

Karena sebuah peristiwa yang mengombang ambingkan hati, duniaku menyempit. Sebatas lingkup hanya dia dan aku. Seperti katak dalam tempurung. Yang ada dalam pikirku hanyalah satu nama yang beberapa saat lalu mengisi hari2 di tengah kesibukan duniaku. Warna baru. Indah. Dan aku seperti tenggelam di dalamnya. Tanpa kusadari aku semakin tersedot dalam rasa yang sepertinya menelan segala kesepian yang kupunya. Satu rasa yang membuatku menjadi addicted untuk selalu bisa berhubungan dengannya.
Entahlah, aku sendir gak pernah tau ini apa. Karena aku tau tetap ada batas tebal yang akan selalu menjaga jarakku dengannya. Bahkan dengan format yang kubuat sendiripun rasanya membuatku menjadi semakin gelisah. Aku tau ada yang gak beres denganku, sampai semuanya harus berakhir secara tiba2. Duniaku semakin menyempit, hanya sebatas dia dan aku. Semakin aku bagai katak dalam tempurung. Kebodohan yang kubuat sendiri. Sementara hidup menyediakan beragam warna menarik yang akan selalu bisa kuselami.
Sekarang, saat ini, aku tau bahwa duniaku sedemikian luasnya. Ada banyak yang bisa aku lakukan untuk tetap berdiri di atas kakiku dan melakukan semua hal untuk banyak hal. Aku, gak mau menjadi katak dalam tempurung. Aku adalah aku yang akan tetap menjadi diriku. Semua yang lalu, lagi2 menjadi satu fragmen indah dalam hidupku. Dan seperti kataku. Kalau hatiku sudah terlanjur sayang, maka dia gak akan mudah hilang begitu saja. Tapi, tak akan sayang itu menjebakku lagi. Aku masih punya dunia. Yang indah dan gemerlap dalam bingkai mataku. Karena sayang itu ada di mana2 untukku. Maka akan kuisi hari2ku dengan indahnya rasa syukur atas sayang dan cinta yang tersedia untukku.

"Thanks, God. I know that You will always be there fo me. To keep me save and warm..."

Selasa, Agustus 07, 2007

Dunia (ku)

Banyak warna yang bermain dan akan selalu berganti dalam kehidupan kita sebagai manusia. Ada kalanya warna2 suram dan redup yang tergambar di depan mata kita. Kadangkala berwarna cerah dan ceria. Bahkan mungkin disuatu waktu warna2 itu akan bercampur dan menjadikan kehidupan itu sendiri seperti lukisan abstrak yang indah dan patut diselami maknanya.

Yup, hidup dan kehidupan itu sendiri selalu masuk dalam perenunganku setiap malamnya. tapi ada malam2 yang bahkan untuk berpikir sedikit saja aku gak mau. Maka emosi yang aku biarkan bertahta dan mengabil alih semua bagian dari diriku, termasuk otakku. Bodoh. Betul. Bahkan super duper bodohnya saat aku lakukan itu. Karena banyak kerusakan dalam kehidupanku yang aku buat sendiri ketika kubiarkan emosi merajai diriku.

Tak urung, kadang aku menyesali semuanya. Mengapa itu aku lakukan. Tapi yah, itulah. Semuanya sudah terjadi. Dan mungkin perlu waktu untuk memperbaiki lagi semuanya. Apalagi, permainan emosiku kali ini melibatkan orang yang seharusnya bisa menjadi sahabat dan teman terbaikku. Penyesalan. Itulah.

Lagi2 harus aku sadari bahwa itulah kehidupan. Tegar dan harus bijaksana dalam menghadapi semuanya. Bijaksana untuk memperbaiki hal2 yang disebabkan karena ketidakbijakan yang aku buat. Berat. Memang. Terlebih lagi kalo aku biarkan lagi2 emosi dan perasaan masih tetap bermain dan menjadi dominan atas semuanya.

Kadang aku sendiri bertanya2. Siapakah yang berkuasa atas apa yang menjadi perasaan dari seseorang itu? Apakah orang itu sendiri, atau orang lain yang ikut ambil bagian untuk timbulnya, ataukah Tuhan yang diatas sana yang memasukkan rasa2 dalam hati orang2?
Belum sempat aku kaji dan analisa mengenai hal ini. Atau mungkin tak akan pernah aku analisa sama sekali. Sehingga aku bisa mengambinghitamkan siapapun yang aku mau atas apa yang aku rasa dan atas apapun yang tumbuh dalam hatiku. Hhhmmm...

Bagaimanapun, inilah dunia (ku) dengan segala warna, judul dan lakon yang aku salah satu bagian kecil di dalamnya...

Senin, Juli 23, 2007

Aku hanya ingin memberitahumu...

Dua puluh satu Juli dua ribu tujuh, Jam sepuluh malam, aku kembali mengunjungi tempat itu. Setiap sudut yang kulihat, kental dengan nuansamu. Atmosfirnya pun sarat dengan baumu. Hhhmm... Kurang lebih 4 tahun yang lalu, kita bersama mengunjungi tempat itu. Bersama kawan lainnya kita bercengkrama dalam hingar bingar suasana yang ada. Berderap berdua dalam nuansa reggae yang mereka mainkan.
Kucoba lupakan setiap moment yang menjadi de javu malam itu bagiku. Sebentuk sms ku kirim buatmu. Hanya sekedar memberitahu bahwa aku telah kembali ke tempat itu. Ya, tidak ada maksud lainnya. Hanya sekedar memberitahu. Entah apa reaksimu atau apa yang kau rasakan, aku hanya ingin memberitahumu, bahwa kenangan itu masih tergambar jelas dalam ingatanku. Malam itu dan saat ini, tiba2 rindu padamu... Hanya sekedar rindu. Tanpa syarat, tanpa ingin. Karena telah sangat lama rindu ini kuendapkan jauh ke dasar hatiku. Karena tak mungkin kutinggalkan permata paling berharga dalam hidupku. Perkawinanku.

Selasa, Juni 26, 2007

Sayap Cintaku

Cinta buatku adalah sepasang sayap maya yang tumbuh dipunggungku...
Saat pagi datang, dia akan meringankan langkahku untuk mulai menjalani hari yang sibuk...
Membantuku terbang menggapai angan dan mimpiku untuk dapat menyentuh matahari...
Bila malam menjelang, dia akan menyelimuti tubuhku dan membelai sanubariku dengan mimpi indah yang melelap tidurku...

Semakin besar rasa cinta yang kupunya dan kuterima, semakin besar dan kuat sayapku...
Semakin ringan langkahku meniti hari dan semakin hangat selimut malamku...

"Terima kasih untuk semua yang menyayangi dan mencintaiku... Anugerah cinta adalah anugerah terindah yang Tuhan ciptakan bagi manusia. Semoga bisa ku jaga cinta dan kasih yang kalian titipkan di dalam hatiku..."

Senin, Juni 25, 2007

Mawar itu...

Mawar putih adalah cintaku yang suci
mawar merah adalah nafas birahiku
namun aku tak memberikan kepadamu
mawar putih maupun mawar merah
Yang kuberikan padamu adalah
mawar putih yang putiknya berwarna merah
(Phutut EA)
Puisi indah ini di kirimkan seseorang yang berarti sekali buatku. Dia hadir dalam hidupku dengan caranya. Menemani malam-malamku dengan chatting sms sampai larut malam. Banyak diskusi dan canda yang kami rangkai menjadi sebuah jalinan persahabatan dan persaudaraan yang semoga tidak akan putus karena waktu...
Dia yang sekarang hadir sebagai sosok kakak laki-laki
yang sudah sangat lama sekali kurindukan hadirnya.
Dia yang sabar mendengarkan segala keluhku
dan sedanku yang akhir-akhir ini sering sekali berhamburan
(really... really bad habit of you, girl... :D).
Dia yang kujanjikan untuk aku bernyanyi di hari pernikahannya..
(september cerianya Vina, kan...???)
Terima kasih, Kung... You mean a lot to me. Terima kasih sudah mau menerimaku sebagai adikmu. Adik yang lebih banyak cerewet dan nyusahinnya... Hehehe... Love you, Brother... Tapi aku hanya mau menerima mawar putih yang putiknya juga putih, lho... Karena persahabatan kita ini indah dan semoga gak jadi rusak karena hal-hal yang gak perlu...

Pedih itu...

Matahari meninggi menyisakan tanda hadirnya embun pagi dan hujan tadi malam... Dalam dinginnya udara pagi tadi, aku bermimpi tentang seorang bocah laki-laki yang seharusnya bisa menemani hari-hari indahku. Aku bangun dengan sedih yang menggunung. Luka dalam jiwaku masih basah dengan penyesalan...Duh, betapa inginnya kupeluk tubuh tampan itu dengan kedua tanganku... Segenap hatiku merindukan suara indahnya yang memanggilku ibu.

Sampai kapan rasa bersalah ini akan bersarang dalam sanubariku dan membasahi mataku setiap kali kuteringat peristiwa lampau itu??? Aku tak tau...

Mungkin akan selamanya perasaan itu ada di sana sebagai hukuman atas dosa yang sudah aku lakukan. God... Please forgive me... My Son, please, forgive your unresponsible mom...

Rabu, Juni 06, 2007

Kalo Gw Fall in Love, So What ???

Hari ini kepala gw sakit. Mungkin akibat agak mabuk semalam. A' Tege bilang, itu bisa hilang kalo makan tahu mentah, di buat jack pot atau minum aspirin. Tapi gak ada satupun yang gw lakukan.

Dalam sakit kepala ini, hari ini, banyak banget yang masuk ke pikiran gw. Tapi fokusnya tetep satu. Selingkuh itu sampai mana sih batasannya? Huh ! Capek banget gak sih... Itu lagi... itu lagi... Buat gw selingkuh itu kalo sampe ML. Ya ML, bercinta, having sex, whatever lah istilahnya. Tapi yang pasti buat gw, selingkuh itu adalah ketika ada pertemuan kelamin antara si peselingkuh dan orang yang diselingkuhinya itu. Jadi kalo cuma sebatas suka, jatuh cinta, sayang tanpa ada ML tadi itu, yah... masih fine.

Tapi tadi gw sempat chat sama satu orang yang menurut gw unik dan asik. Dia porak porandain tuh semua konsep gw soal selingkuh. Menurut dia, selingkuh yang baik itu (Gubrak !!! Mangnya ada selingkuh yang baik, ya??? Huahahahaha...) adalah selingkuh yang gak pake perasaan. Istilahnya dia, selingkuh yang baik ya selingkuh body aja. Gak pake jatuh cinta, sayang dan sebagainya. Jadi kalo suka ma lawan jenis ya targetannya ML. Gak pake tuh yang namanya jatuh cinta. Pedekate masih pake, tapi targetannya ya ML.

Huah !!! Orang masih setengah mabuk gini di masukin yang aneh2... Otak gw kan yang tadinya masih mau menikmati rasa melayang akibat beer semalam jadi di paksa untuk berpikir tentang itu semua... So, selingkuh yang baik itu yang gimana, ya...??? Hiks... Berpikir... berpikir... berpikir...

Selingkuh itu sebenarnya gak ada yang baik, sih... Baik yang perasaan juga yang body... Karena dalam selingkuh itu kita kan udah berbuat cheating ma pasangan kita. Pasti ada yang di tutupin saat kita selingkuh.

Hhhmmm... Tapi kalo kemudian ada cinta manis yang menyapa kita, yang bikin perasaan kita bahagia dan yang dengan bahagia itu kita akhirnya bisa membuat pasangan (suami ato istri) kita juga bahagia, gimana dunk?

Duh, ada lagi nih yang masuk dalam pikiran gw. Gw jadi inget teorinya si Democritus itu. Bahwa semuanya itu ada dan terbentuk karena ada sesuatu yang mengkondisikan terjadinya hal itu. Kalo gitu, perasaan jatuh cinta yang gw alamin ini juga pasti ada sesuatu yang menyebabkannya terjadi. Ada yang mengkondisikan, sehingga gw mengalami jatuh cinta. Dan ini bisa dari internal gw tapi juga dari ekternal. Yang internal, mungkin karena dalam diri gw, gw merasa bahagia dan menikmati rasa itu. Jadi saat rasa itu mulai tumbuh, gak gw pangkas akarnya. Karena gw merasa nyaman dengan itu. Eksternal, bisa jadi itu dari suami gw yang minim banget kasih perhatian atas semua hal yang gw lakukan. Jadi ketika ada orang yang mau mendengarkan gw dan bersedia menyediakan dirinya jadi tempat curhat gw (yang bisa aja terjadi setiap saat gw mau cerita, secara gw ini cerewet banget dan selalu mau cerita apa yang gw rasakan dan apa yang gw alami), kenyamanan itu semakin enggan gw tinggalkan.

Jadi, ketika kenyaman itu gak lagi gw dapatkan, bisa jadi perasaan jatuh cinta itu hilang dan berganti dengan sayang biasa ke sahabat. Seperti yang selama ini gw alami. Gak akan hilang rasa sayang gw ke orang yang kejatuhan cinta gw. Karena rasa sayang itu akan selamanya menetap di hati gw. Hanya format hubungan yang gw mau aja yang mungkin berubah. Egois, bisa. Semacam proses healing buat diri gw juga bisa. Yang terakhir ini terjadi kalo pasangan yang bukan suami gw ini kemudian menjadi bosan untuk jadi pendengar setia atau teman curhat gw. Gw akan bisa menyembuhkan sakit yang mungkin akan timbul. Perasaan kehilangan dan di tinggalkan itu akan sebentar aja nasibnya tinggal di hati gw.

Hahaha... Ajaib. Sakit kepala gw hilang. Ringan banget rasanya. Horee... Yup, satu pelajaran lagi yang gw dapat hari ini. Yang pasti, gw gak akan takut jatuh cinta dan tetap akan menikmati rasa bahagia yang timbul karena perasaan jatuh cinta. Gw juga gak takut patah hati, karena itu adalah konsekwensi yang mungkin akan gw alami karena gw merasakan perasaan jatuh cinta. So, selama gw masih menjalankan tugas dan fungsi gw sebagai ibu dan istri yang baik buat anak2 dan suami gw dengan segala implikasi dan konsekwensinya, gw gak akan menghalangi perasaan gw untuk tetap bisa jatuh cinta... Hhhmm... ;p

"Live for learn and learn from life..."

Kamis, Mei 31, 2007

Apa sih ini...???

Asri: Gw kenapa ya...??? kok rasanya ada yang kurang kalo sehari gak kontakan ma dia. Kayak nyandu aja nih...

Pikirannya: Again...??? Gak kapok2nya punya rasa kayak gitu. Come on, wake up and grown up. You're not a teenager...

Asri: Yeee... Siapa yang mau punya rasa kayak gini... Siapa juga yang bisa halangin rasa sayang yang udah terlanjur tumbuh? Siapa coba yang bisa ngelarang jiwa gw untuk gak selalu merasakan dia? Itu semua terjadi gitu aja. Rasa hangat dalam hati, rasa tersipu kalo inget, grogi kalo ketemu, please, siapa yang bisa halangin itu semua...? Siapa yang bisa ngelarang supaya rasa2 ini gak menetap dalam diri gw?

Pikirannya: Alah, itu karena loe selalu menjaga rasa itu supaya tetap ada di situ aja. Loe sedang menikmati semua rasa itu, karena itu dah buat loe bahagia, kan?

Asri: kalo iya memangnya kenapa? Apa itu sesuatu yang salah? rasa itu datang seperti anugerah buat gw. Karena gw merasakan bahagia saat bisa berinteraksi sama dia. Gak boleh ya gw menyimpan rasa yang udah bikin gw bahagia seperti ini?

Pikirannya: Nanti patah hati lagi... jadi sedih lagi... mellow lagi... Lagian memangnya loe yakin kalau rasa loe itu akan berbalas? Jangan kegeeran deh...

Asri : Siapa yang peduli rasa gw itu akan berbalas ato enggak. yang penting gw bisa mencurahkan apa yang gw rasakan ini sama dia. Gw bisa sayang dia, dan gw peduli sama dia...Ngerasa senang saat dia senang dan ikut merasa sedih saat dia sedih... itu udah cukup buat gw. Makanya gw selalu mendorong dia untuk mencari bahagianya. Karena dengan begitu, gw juga jadi bahagia.

Pikirannya: Klise! Coba loe rasain bener2... Bener kayak gitu gak sih perasaan loe itu? Sometimes loe pasti pengen juga dia tau perasaan loe dan nyambut rasa itu, kan? Jangan mimpi deh... Geer aja loe sendiri... Gimana loe bisa berharap sementara dia dah tau semuanya tentang loe. Busuk2nya elo. Apa yang loe harapkan...??? Please, deh...

Asri : Ah sudahlah !! Gw gak peduli dia tau ato enggak. Perasaan gw ini berbalas ato enggak. Yang pasti gw akan memastikan kalo gak akan ada hurt feeling atas semuanya yang pernah terjadi dan yang mungkin akan terjadi. Dan gw tetap akan berkawan seperti biasanya... Biar aja ini akan jadi sebuah fragmen dalam hidup gw dan mungkin juga hidupnya. Dan gw berharap semua yang udah pernah di jalanin gak akan berubah. Kalaupun dia tau perasaan gw, dan ternyata dia gak punya perasaan yang sama, semoga sikapnya dia juga gak berubah ke gw. That's all...

Senin, Mei 28, 2007

R E C Y C L E...

Tiba2 aja hari ini gw iseng buka2 sent box dari kotak email. Kemudian nemuin lagi email yang gw kirim ke sahabat2 yang pernah tergabung di milis anggota asistensi Tim Mei 1998 bentukan Komnas HAM.

Sekarang gw masukan lagi dalam blogku ini untuk sekedar mengingatkan diri gw bahwa bahagia, sedih, senang dalam diri kita itu bisa kita kondisikan supaya kita bisa merasakannya sewaktu2. So, kalau kita mau, kita bisa kok merasakan bahagia selalu tanpa merasakan sedih. Tapi, kalau kita merasakan bahagia terus tanpa merasakan sedih, maka emosional kita jadi gak seimbang dan kemudian bisa menjadi gila. Gitu juga kalau kita selalu merasa sedih tanpa pernah mau membuka diri untuk datangnya bahagia. Sama, gak seimbang dan jadi gila juga akhirnya. So, sedih dan bahagia itu sengaja tercipta untuk saling melengkapi dan mewarnai hidup manusia.

Ah, sudah lah... silahkan dibaca aja dulu tulisan lampau gw...



Dear Brothers dan Sisters...

Alo semua... Hari ini indah. Tepatnya perasaan aku lagi bahagia... Gak tau kenapa, tapi setelah aku baca buku novel filsafat yang dipinjemin bang ipung, aku baru nyadarin bahwa bahagia itu datangnya dari dalam diri juga. Hehe... Kita bisa kok menciptakan kebahagiaan...

Eh, aku kemarin juga dapet ilham untuk buat sebuah poetry... Nih...

Judulnya : Aku Adalah Tiada...

Saat kau pejam dua pelupuk matamu, aku akan hadir dalam benakmu dengan segala yang kau tau tentang aku.

Dan saat kau buka kedua matamu, maka aku akan menghilang, menyublim bersama udara.
Bahkan ketika aku berdiri dihadapmu.
Karena aku hanyalah sekumpulan atom yang bergerak cepat dengan kuasa waktu yang dapat mengurai...
Sebab aku adalah sebuah ketiadaan...

Jangan pernah kau bertanya tentang siapa aku.
Karena jawabnya adalah sebuah kesia-siaan...

Tiada akan pernah seorang manusia mengerti tentang kemanusiaannya.
Karena rasa, hasrat dan karsa hanyalah partikel yang saling berbenturan.
Akan tiba saatnya dia kembali menyatu dengan empat unsur dasar.
Air, tanah, api dan udara...

Aku, kau, kita sama dengan mereka, hanyalah sebuah ketiadaan...

Maka tetap pejamkanlah kedua matamu untuk dapat menemukan aku.

Gimana... Bagus, gak...? Hehe... Kalo aneh, maklum ya. Amatiran. Oke, setelah baca puisi ku ini,aku juga mau bahas sms yang aku kirim waktu hari sabtu kemarin ke beberapa orang teman...

Buat yang belum tau, aku kemarin Sabtu kirim sms ke beberapa orang teman dua buah pertanyaan filosofis.

1. Adakah cinta yang tanpa pamrih di dunia ini ?
2. Adakah teman sejati tanpa pamrih di dunia ini ?

Beberapa teman balas sms aku itu. Ada yang dengan optimis bilang kalo cinta dan teman sejati yang tanpa pamrih itu pasti ada, kemudian dia mencontohkan dirinya sendiri. Ada yang bilang kalo cinta dan teman sejati itu ada kalau kita juga bisa menjadi cinta dan teman sejati. Dan ada juga yang bilang kalo cinta dan teman sejati itu utopis dan gak ada. Oke, ayo kita bahas dan diskusikan...

Menurut Democritus, seorang filosof alam yang terakhir, cinta itu ada karena ion-ion telah terbentuk diantara orang-orang yang saling mencinta. Menurut teori Democritus, segala sesuatu yang ada dialam ini adalah hasil dari penyatuan atom-atom yang banyak tersebar dimana-mana. Begitu juga dengan rasa cinta. Demi bertahannya sebuah rasa cinta, maka perlu adanya sebuah kondisi agar atom-atom yang membentuk rasa cinta ini tetap melekat dan bergabung menjadi satu.

Bingung...? Oke, gini. Misalnya es, atau atom-atom yang terssusun menjadi sebongkah es, akan merubah susunannya menjadi sesuatu yang lain bila suhu udara disekitarnya tidak menkondisikan atom-atom ini menjadi sebentuk es. Suhu udara harus dingin, mencapai titik beku. Kalau suhu udara naik, maka atom pembentuk es ini kemudian akan mengurai untuk membentuk sesuatu yang lain. Air.

Sama halnya dengan atom pembentuk cinta. Perlu adanya kondisi tertentu untuk tetap mengikat atom-atom ini menjadi sebentuk rasa cinta. Kondisi tertentu ini bisa macam-macam. Kehangatan, kasih sayang, perhatian, kelembutan, kecemburuan, bahkan kengkuhan dan ketidak pedulian. Semua ini bisa datang dari internal atau diri dari masing-masing pecinta itu dan dari eksternal atau sesuatu diluar manusianya misalnya istilah dari seorang teman "cakung" atau cuaca yang mendukung (dingin atau sesuatu yang bisa bikin suasana hati jadi romantic). Semuanya ini tergantung dari masing-masing individu yang mempunyai rasa ini.

Menurut Democritus lagi, alam termasuk manusia adalah terbentuk dari jutaan bahkan trilyunan atom yang bergerak bebas dan sangat cepat. Atom-atom ini akan tergabung dengan atom-atom lainnya untuk menjadi sesuatu. Kemudian dalam kondisi tertentu akan kembali mengurai untuk kemudian begabung dengan atom yang lain lagi untuk menjadi sesuatu yang lain. Atom-atom ini sifatnya kekal. Sehingga mungkin aja salah satu atau beberapa atom pembentuk udara yang ada dalam paru-paru kita ini sama dengan yang membentuk mata dari seekor dinosaurus waktu jaman prasejarah.

Teori ini, dalam kaitannya dengan bahasan kita, dapat menjawab ketika kemudian rasa cinta itu berubah menjadi rasa benci. Mungkin kondisi atau keadaan yang mendukung penyatuan atom rasa cinta itu yang merubah susunannya hingga jadi rasa benci.

So, kesimpulannya, gak ada sesuatupun didunia ini, disadari atau tidak, yang tanpa pamrih. Sebab selalu dibutuhkan sebuah situasi dan kondisi yang mendukung untuk tetap menjaga agar atom-atom pembentuk segala sesuatu itu tetap terjaga dalam satu komposisi yang merekat jadi satu, hingga tiba pada satu titik tertentu, pasti akan tetap mengurai...

So, walaupun ada yang bilang kalo cintanya adalah tulus dan tidak akan pernah berubah walau apa pun yang terjadi, tetap dia perlu kondisi untuk mempertahankan itu semua. Pun ketika orang ini bertepuk sebelah tangan. Ada kondisi dalam dirinya sendiri yang membuat orang ini tetap membuat rasa cinta dan kasihnya bertahan. Entah itu kenangan, fantasi yang diciptakan sendiri atau banyak hal lainnya...

Hehe..., gimana, pusing....? Come on Guys... Gue kira perlulah sekali-kali kita sedikit keluar dari dunia ini untuk melihat dunia lain yang tidak dapat ditangkap kelima indra kita. Dunianya para filosof.

Oke, mungkin besok salah satu dari kita akan kembali juga mengurai menjadi empat unsur dasar. Air, tanah, api dan udara. So, rasakan segala rasa selagi bisa dan sempat...

Love,
Your sister,
Asri....

Senin, Mei 07, 2007

Menikmati Jatuh Cinta...

Banyak dimensi tentang cinta yang nggak aku ngerti. Bahkan apa yang ada dalam dirikupun selalu menjadi the big question yang sampai saat ini belum bisa aku jawab.

Dalam waktu pernikahanku yang tujuh tahun berjalan ini, berulangkali aku merasakan jatuh cinta. Nggak cuma sama Mahani, tapi juga dengan beberapa orang lain yang berbeda. Dan aku sangat menikmati rasa jatuh cinta itu. Perasan berbunga-bunga, bahagia, tersipu, perasaan selalu ingat si dia... Duh, betapa rasa jatuh cinta itu bisa menghapuskan semua beban hidup...

Sampai di sini, ketika aku bisa mencintai beberapa manusia dalam satu moment, apakah cinta itu? Benarkah cinta itu hanya untuk seseorang yang sangat berharga, atau benarkah bahwa hanya ada satu cinta dalam hidup seseorang?

Saat aku menikmati perasaan jatuh cinta ini, apakah itu hal yang wajar? Benarkah orang yang sudah menikah nggak boleh jatuh cinta lagi...??? (Wah, kalo yang ini jawabannya nggak boleh, huh, nggak rela deh... Hehehe...)

Yup, banyak banget dimensi cinta itu... Selain Shakespeare, siap lagi yah yang mau pusing mikirin dan mendalami tentang cinta ini...??? Kalo aku siy hanya mau menikmatinya... Hhhmmm....

Selamat...

Mungkin kamu dah nggak mau kenal aku lagi... Dari sekian banyak pesan singkat yang aku kirimkan, nggak satupun yang berbalas. Begitu juga sekian banyak panggilan telpon yang nggak kamu jawab. Aku kehilangan seorang sahabat buat jiwaku...

Dua minggu lalu, baru kudapati kabar bahwa pernikahanmu sudah terjadi seminggu sebelumnya. Ada rasa yang menusuk dalam dadaku dengar itu semua. Bukan... bukan cemburu... Karena sudah sangat lama aku hilangkan rasa itu untukmu... Sejak aku tau kalau aku bukanlah yang pertama dalam hatimu. Itu dulu... sudah dulu sekali...

Rasa dalam dadaku saat berita pernikahanmu itu lebih kepada rasa sakit karena bukan dari mulutmu sendiri kudengar tentang itu. Ternyata memang aku pun hanya sebutir debu dalam hatimu yang telah mati. Sementara apa yang aku rasa tentangmu masih sama saat pertama kali aku kembali menemukanmu.

Ah, sudahlah. Semoga kamu masih rajin membuka blog ku ini, sehingga bisa kamu tau apa yang aku rasakan tentang pernikahanmu. Bukan untuk apa-apa dan akupun tidak akan mengharapkan apa-apa dari ketahuanmu. Hanya salam bahagia yang kukirimkan, semoga kekal ikatan yang telah kamu dan dia buat. Selamanya, bahagia... Amien...

Ps : Masihkah kamu jadi sahabat jiwaku...???

Selasa, April 10, 2007

Pursuit to Happiness...

Pursuit to happiness. Film yang dibintangi oleh Will Smith dan anaknya ini sebenarnya film dengan alur cerita yang sederhana. Menggambarkan perjuangan seorang ayah dalam mengejar kebahagian hidupnya demi sang anak. Film yang diangkat dari kisah nyata ini sebenarnya film yang biasa, karena orang2 seperti Christ Gardner (tokoh yang diperankan oleh Will Smith) ini banyak tersebar di seluruh pelosok dunia. Bahwa perjuangan hidup yang dilakukannya akhirnya bisa berakhir bahagia. Gw pernah dengan lihat di TV perjuangan seorang TKW Indonesia (PRT) di Hong Kong yang kemudian akhirnya bisa menjadi pengusaha perempuan yang sukses di Hong Kong sebagai penyedia tenaga kerja yang handal.

Melihat film itu banyak sekali pemikiran yang bermain dikepala gw. Saat seseorang berkata bahagia, tampaknya hal itu selalu dikaitkan dengan yang namanya uang. Kemudian gw jadi ingat kata2 seorang kawan yang bilang bahwa uang sudah menjadi sebuah agama atau keyakinan baru di dunia. Duh, bener gak siy? Gw coba untuk bertanya dan merefleksikan fragmen2 dalam film itu ke dalam diri gw. Dan jawabannya sangat mengagetkan gw. Ternyata gw sependapat bahwa uang merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kebahagiaan. Setidaknya dalam pola kehidupan yang saat ini sedang gw jalani. Memang bukan faktor utama, tapi dengan mempunyai uang, kita jadi mempunyai banyak pilihan untuk bisa mendapatkan sesuatu. Dan bukankah seseorang itu akan menjadi bahagia saat dia bisa memdapatkan apa yang diinginkannya?

Selain itu, melihat bagaimana ketabahan dan usaha keras yang dilakukan oleh Christ Gardner dalam mengejar bahagianya itu -yang tergambar dalam hampir sebagian besar film itu- pikiran gw jadi bercabang antara kekaguman terhadap orang-orang seperti si Christ ini, yang mempunyai kemampuan untuk mempertahankan energinya untuk bekerja keras dan pertanyaan apakah orang2 yang miskin dan gak punya uang itu kurang keras usahanya, atau kurang tabah, atau kurang berdoa, atau apa? Mengapa mereka tidak pernah sampai pada titik bahagia, sementara mereka sudah demikian kencang dan letih untuk berlari mengejarnya? Ooo... Pertanyaan yang membutuhkan banyak teori dan jawaban panjang untuk menjelaskannya... Yang pasti harus di salahkan adalah sistem yang berlaku di masyarakat kita itu. ("Saat aku memberi makan orang miskin, kau sebut aku Santo, tapi saat aku bertanya mengapa mereka miskin, kau sebut aku komunis. So, apa salahnya menjadi seorang komunis?")

Lalu ada lagi lesson yang bisa gw dapat dari film itu, bahwa kebahagiaan itu harus diperjuangkan dan diusahakan. Walaupun hasil yang akan di dapatkan masih belum jelas, tapi setidaknya sudah ada usaha yang dilakukan. Bahwa kehidupan itu harus di siasati dalam rangka "Pursuit to Happiness".

Senin, April 02, 2007

In That Time...

"Ada yang mau gw tuliskan di sini.
Bahwa hati manusia itu adalah liat dah mudah sekali dibentuk untuk berubah.
Setidaknya itu yang gw rasakan."

Ada saat2 tertentu gw berada di ujung kehidupan yang dingin dan gelap. Seolah2 hanya ada gw sendiri dan semua beban gw di dunia ini. Tapi bisa terjadi, hanya selang beberapa detik, gw akan menjadi orang yang sangat bahagia dengan segala keadaan dan kekurangan gw. Pada saat2 ini rasanya ada begitu banyak kasih dan sayang dalam hati gw. Gw akan bisa melakukan apa saja untuk membahagiakan orang2 yang gw sayang.
Lagi, kemarin, gw ketemu dia... Hasrat yang lama tersimpan menemukan momentnya. Bara hasrat itu sempat menjadi api untuk sesaat, sebelum semua bayang wajah terkasih hadir di pelupuk mata. Saat itu, moment yang seharusnya indah itu nggak lagi gw rasain. Semacam ada batu besar dalam perut gw saat itu. Semakin membesar seiring kebimbangan dalam hati gw. Antara sayang dengan *** dan gak mau mengecewakan dia , keinginan balas dendam dan cinta yang masih ada tuk Mahani, juga rasa sayang dan cinta gw yang besar ke anak2 gw. Semua rasa itu berpusar dalam diri gw, mulai dari ujung kepala sampai kaki. Kemudian gw putuskan untuk gak lagi meneruskan semua. Maaf, gw gak bisa... Bukan karena gak sayang, tapi apa yang gw punya dengan Mahani terlalu berharga untuk dikhianati. Setidaknya, kalau memang akan ada pengkhianatan, itu gak datang dari gw...

Jumat, Maret 09, 2007

Skenario Kematian

Asri :
Kadang gw coba membayangkan apa yang akan terjadi seandainya gw mati. Gw mengkhayalkan tanggapan orang2 tentang kematian gw itu. Beberapa orang diantaranya mungkin akan bersedih tapi mungkin juga ada yang merasa senang dan gembira dengan menghilangnya gw dari muka bumi ini. Yah mungkin aja... Mengingat gw juga bukan manusia sempurna yang pernah hidup di bumi.

Sempat terpikir bahwa kematian adalah jalan yang mudah dan praktis buat mengakhiri semua yang mengganjal dalam benak dan pikiran gw. Tapi otak waras gw bilang bahwa belum pernah ada orang yang bangun lagi setelah mati. Jadi gak ada yang cerita bangaimana keadaan yang sebenarnya setelah orang itu menjadi bangkai. Yah... Banyak siy yang pernah gw dengar atau gw baca tentang kebangkitan setelah mati atau cerita2 tentang orang yang mati suri... Tapi dari cerita pengalaman mereka itu gak ada yang sama... Semuanya dengan versi mereka masing2... So, masih belum ada dalam benak gw gambaran setelah mati itu. Ini yang bikin gw kembali memikirkan pendapat jalan termudah dan praktis itu. Gw gak mau gambling... It's rediculous... How stupid I am...

Kalo aja gw tau skenario apa yang tertulis dalam perjalanan gw di dunia ini, mungkin gw akan lebih siap menghadapi semuanya -atau justru gw gak akan mau melangkah lagi meneruskan semuanya???- Lucu, gw kira, diri gw ini adalah orang yang kuat dan optimis dalam menghadapi semuanya. Tapi ternyata gw terlalu tinggi menilai diri gw. Gw ternyata lemah dan gak seoptimis yang gw kira... Kemanjaan gw, kebutuhan untuk selalu ada yang memperhatikan ternyata jadi bumerang yang menusuk hidup gw pelan2... Mencoba untuk cuek dan bersikap seolah gak ada yang terjadi ternyata juga menggerogoti jiwa dan pikiran gw pelan2... Seolah gak ada bahagia lagi buat gw... Kehidupan gw tiba2 kehilangan makna...

Pikirannya :
Sudahlah, jangan mengasihani diri sendiri. Jangan jadi orang yang loe sendiri gak kenal. Gak ada gunanya buat loe untuk mengerti skenario hidup atau kematian loe... Cukup jadi orang yang patuh pada kehendak kehidupan itu sendiri. Biarkan terjadi yang seharusnya terjadi. Karena gak ada satupun manusia yang bisa menahan jalannya waktu dan kehidupan. Semua memang seperti itu adanya... Termasuk semua masalah yang sekarang lagi menimbuni loe... Biarkan semua perasaan loe mengapung dalam ruang dan waktu yang bergerak... Dia akan menemukan tempatnya kalau sudah saatnya... Biarkan juga semua manusia dengan pikiran, pendapat dan juga kelakuannya. Jangan sampai apa yang mereka pikirkan juga pa yang mereka lakukan bikin loe jadi seperti sekarang. Satu lagi, terima dong semua konsekwensi dari apa yang sudah loe buat. Dari sekian banyak problem loe itu kan juga karena perbuatan loe sendiri. TERIMA ITU !!! Jangan menyesal dengan semuanya. Gak ada gunanya. Jalan satu2nya adalah cari jalan untuk penyelesaian. Jangan malah stuck bahkan berpikir untuk mati. Jangan pesimis... Masih banyak orang yang butuh loe... Paling enggak anak2 loe... Be the best mother for them... Don't be childish... Loe harus kuat demi mereka. Dan loe pasti bisa...

Asri :
Hhh... Gw harap gw bisa menjalankan semua yang loe bilang... Gw pengen dekat DIA... Selalu dekat... Tapi memang kadang2 justru gw yang menjauh... Oh, God, help me... Please...***

J A U H...

Dua minggu yang lalu gw ke Thailand. This was my 3th journey to everseas... Gak ada greget yang berarti... Semuanya seolah jadi rutinitas bepergian. Selama 2 tahun terakhir ini gw pergi ke hampir 10 kota di Indonesia... So, setiap kali bepergian hanya jadi rutinitas yang biasa... Mungkin karena gw gak pernah lama menetap di daerah2 yang gw kunjungi. Paling lama 2 minggu...

Gw jenuh... Penat dengan segala yang berbau rutinitas dan kewajiban yang memang harus gw kerjakan. Jiwa petualang gw tiba2 menuntut pemenuhan... Gw pengen sejenak keluar dari semua masalah dan problem yang tiba2 aja bertumpuk dalam kehidupan gw... Huh !!

Gw pengen ambil sekolah lagi... Kalo bisa yang jauh sekalian... Mungkin ini bisa buat keluar dari segala apa yang seharusnya ini... May God bless me...

Kamis, Februari 15, 2007

I f . . .

"If ever you're in my arms again, this time I love you much better...
If ever you're in my arms again, this time I hold you forever...
This time will never end..."
(OST. Santa Barbara - If Ever You're In My Arms Again)
So beautifull love song. It's always touch me whenever I heard that song. According to our love story, I know there's no 'if' for us. I'm just dreaming to be with you again. Ours had past. Now I realize that you can't be mine again. Even though my heart'll never cheating on me by saying that I love You...
I want you to know that I'm happy with my life now.
I have sweet and nice husband and children. And thanks to God of it...
I won't make them disappointed... Sorry...
(Dedicated to my lovely kisses pad)