Duh... pusingnya... Banyak perdebatan yang terjadi seputaran isu poligami... Sebenarnya poligami itu adalah istilah buat seseorang yang punya lebih dari satu pasangan. Kalo yang laki-laki yang berpasangan dengan banyak perempuan, ini namanya poligini dan kalo perempuan yang berpasangan dengan banyak laki-laki, namanya poliandri.
Poligami sebenernya oke2 aja... Selama semua senang dan gak ada pihak yang dirugikan secara materiil maupun materiil... Kalo pasangan kita gak rela, sedikit... aja untuk di poligami, maka menurut aku poligami itu bisa jadi hal yang melanggar hak orang lain. So, buat anda-anda yang mau berpoligami, tolong, please, tanya dulu pasangannya... Mau gak di poligami...??? Kalo dia bilang gak mau dan gak rela, ya udah... Stop dong... Sayang, gak ada ketentuan yang bisa menghukum pelaku poligami yang gak di restui ini... Hehehe... Lagian susah juga siy ngukur kadar kerelaan seseorang... Kayak Teh Ninihnya A'a Gym... Dia bilang rela denga raut wajah dan suara yang jelas gambarin ketidakrelaan dalam hatinya...
Uuummm.... So, di kembaliin ke masing2 aja deh... Kalo buat gw siy tetap yang di atas itu... Selama ada pihak yang dirugikan, perbuatan apa pun jadi gak sah untuk dilakukan...
Kamis, Desember 14, 2006
Jumat, Desember 01, 2006
D U A dalam S A T U
SATU
Sesosok kekasih yang secara raga dan jiwa selalu ada dalam kehidupan gw.
Sosok yang gw cinta dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Dia, kekasih yang hadir pada saat gw dalam keadaan rapuh dan nyaris tanpa pegangan.
Dia yang bersedia menjadi sandaran gw saat gw limbung dalam keputus asaan 7 tahun yang lalu.
Dia, lelaki yang dengannya gw ikrarkan untuk untuk selalu bersama dalam suka dan duka.
Dia, yang bersamanya telah menghadirkan dua permata jiwa dalam hidup gw.
Dia yang saat dekat tidak selalu kusadari adanya.
Dia yang saat jauh selalu menimbulkan rasa khawatir dan takut kehilangan,
juga rindu yang menyiksa.
Dia, yang kadang menimbulkan jengkel dan marah, juga airmata cemburu.
Dia yang nggak romantis dan paling nggak bisa mengungkapkan emosinya.
Dia yang menimbulkan sayang dan cinta bersama alunan waktu.
Dia yang menjadi pertama dan terakhir untuk perkawinanku.
DUA
Sesosok kekasih yang hadir dalam bentuk jiwa.
Sosok yang hadir kembali setelah waktu menyembunyikannya sekian lama.
Dia yang dulu membawa gw dalam dunia yang sama sekali belum pernah gw sentuh
Dia yang selalu gw sebut sebagai kisses pad pada ujung hidungnya
Dia yang dulu hadir sebagai sosok khayal yang nyata
Dia yang menghadirkan cinta dengan caranya
Dia yang pernah sakiti gw dalam naif
Dia yang nggak pernah hilang dalam hati gw
Dia yang terkadang menjadi sosok mimpi gw
Dia yang datang lagi tanpa gw duga
Dia yang sekarang jadi penentram hati
Dia yang jadi penampung segala keluh gw
Dia yang sekarang pintar menghadirkan kata2 indah dalam smsnya
Dia yang sekarang jadi sahabat bagi jiwa gw
DUA dalam SATU
Satu, dua, yang sekarang menemani hari2 gw.
Satu, dua, yang buat hidup gw jadi lebih berwarna.
Satu, dua, Hari2 dan Cinta gw
Dua dalam satu hati gw
Dua dalam satu hidup gw
Ps : "I Love both of you with my way..."
Jumat, November 24, 2006
The Apple of My Eyes...

Setiap pulang kantor, dua bocah cantik datang dengan berlari, langsung memeluk dan menggelayuti tangan2 gw. Segar, harum tubuh mereka seketika menghilangkan penat badan gw. Celoteh dan tawa riang mereka yang bercerita, seketika menghilangkan segala resah dan gundah yang ada di hati gw karena berbagai sebab setelah seharian gw di kantor.
Aisha Sukma Bening, si sulung, biasanya langsung bercerita tentang sekolah, teman2nya, pelajarannya dan adiknya. Sementara Aaliyah Cahyaning Buana, si kecil yang baru berumur 18 bulan langsung menabrak masuk dalam pelukan dan gendongan gw. Dengan bawaan gw dari kantor yang belum sempat gw simpan di tempatnya dan masih lengkap dengan jaket dan sepatu gw, gw dudukkan mereka lagi di depan TV. Sambil membuka jaket dan sepatu, gw dengarkan semua cerita mereka. Ah, indahnya dunia gw pada saat2 itu... Setelah mencuci kaki dan tangan gw, gw ma Mahani langsung duduk dekat mereka. Mereka pun langsung kembali menggelendoti tubuh gw. Kecerewetan mereka belum berhenti. Masih terus... bercerita. Pada saat itu, Mbak Sasha, Ade Ayha dan nggak ketinggalan 2 pengasuh mereka, si Emak dan Mar seolah2 berlomba menceritakan kejadian2 di rumah selama gw ma Mahani di kantor. Gitu juga gw dan Mahani. Kami saling berganti menceritakan kejadian2 apa yang kami alami di kantor. Kejadian kayak gini, biasanya berlangsung sampe jam 7 malam. Jam 7 malam adalah jam tidur buat Ade Ayha dan jam belajar buat Mbak Sasha.
Saat2 yang paling gw suka lainnya adalah saat mereka tidur. Melihat mereka pulas dalam tidurnya, memandangi wajah polos mereka selalu nimbulin rasa haru dan bangga atas mereka. Betapa gw sangat bersyukur dengan karunia indah yang diberikan ke gw. Alhamdulillah, puji Tuhan, mereka anak2 yang sehat dan cerdas. Merekalah harta gw yang gak akan tergantikan dengan apa pun. Semoga gw bisa merawat dan membimbing mereka sampai mereka besar. Amien...
Rabu, November 22, 2006
Kangen Hujan...
Seandainya sore ini hujan bisa turun dengan deras, gw pasti akan sangat bahagia. Rasanya pengen... banget ngeliat rinainya turun sore ini. Gw juga merindukan bau tanah basah dan dingin hawa sejuk angin laut yang hujan bawa.
Sore ini, gw sangat... sangat merindukan hujan. Pasti indah rasanya menikmati gemericik alunan rintiknya yang menyentuh permukaan bumi. Alunannya pasti akan menyapu semua galau hati gw beberapa hari ini. Merasakan adanya cinta yang begitu besar dalam hati gw ternyata membuat gw sendiri merasa resah. Seandainya gw punya kemampuan untuk bisa menunjukkan cinta itu sesuai dengan proporsinya... Seandainya mereka yang gw sayang dan cinta itu tau apa mau gw terhadap mereka... dan apa yang ingin gw lakukan untuk mereka... Duh... menyesakkan...
"Hujan... hujan... turun dong...
Hapus semua resah ini...
Biar gw nikmatin segala yang loe bisa berikan untuk bumi dan isinya...
Gw kangen hujan dan semua kenangan yang bisa dia bawa untuk gw.
Hujan, biarin gw beromantisme untuk sebentar..."
Langganan:
Postingan (Atom)
